Embrio Pajak

Perpajakan merupakan sebuah cerita panjang yang melibatkan pemerintah dan rakyatnya. Kapan pajak pertama kali muncul adalah pertanyaan dengan jawaban bervariasi. Namun pada dasarnya, kapan pajak pertama kali ada tergantung dari apa definisi pajak itu sendiri.

Ferdinand H. M. Gapperhaus berpendapat bahwa pada dasarnya, perpajakan adalah pengorbanan individu untuk kepentingan kolektif.[1] Jika kita berpegang pada definisi tersebut, kita dapat mengatakan bahwa pajak telah ada jauh sebelum kita mengenal laba rugi, sebelum kita mengenal pencatatan, bahkan sebelum manusia pertama kali mengenal tulisan.

Pajak sebagai pengorbanan individu demi kepentingan bersama.

Puluhan ribu atau bahkan ratusan ribu tahun lalu, manusia sedikit demi sedikit mulai menyadari bahwa mereka tidak hidup sendirian. Istilah ‘kepentingan diri’ atau ‘self interest’ dan ‘kepentingan bersama’ atau ‘general interest’ mulai muncul. Namun, kesadaran tersebut muncul jauh sebelum kedua kepentingan itu benar-benar dipraktikkan dalam bentuk riil oleh manusia.

Seperti yang dijelaskan di atas, definisi paling sederhana dari pajak adalah ‘pengorbanan individu untuk kepentingan bersama’. Berbicara tentang pengorbanan tersebut, contoh paling sederhana dapat kita ambil dari lukisan-lukisan pada dinding goa di zaman prasejarah.

Pada 15.000-20.000 tahun lalu, manusia mencari pencaharian dengan berburu dan meramu. Ketika itu, tidak semua orang pergi berburu. Terdapat sekelompok kecil manusia yang tetap tinggal di goa dan menggambar lukisan. Lukisan tersebut digambar dengan harapan lukisan tersebut dapat membawa kesuksesan berburu bagi rekannya di luar sana. Hal ini membutuhkan pengorbanan dari sang penggambar, baik berupa tenaga maupun waktu untuk terus duduk dan menggambar lukisan tersebut, yang membutuhkan berminggu-minggu untuk selesai.

Kemudian, zaman berburu dan meramu bertransisi menjadi zaman bercocok tanam (10.000-12.000 tahun SM). Ketika itu pria dewasa membuat pagar di sekitar pedesaan untuk melindungi penduduk dari binatang buas. Sebagai gantinya, mereka memberikan seserahan berupa makanan, pakaian, atau kerajinan tangan dengan proporsi yang sama rata. Kegiatan melindungi desa dan pemberian seserahan tersebut diatur oleh seorang kepala desa terpilih

lukisan

Gambar 1 – Lukisan Goa di Goa Lascaux, Perancis diperkirakan dibuat pada Paleolithikum

Peradaban terus berkembang dan penduduk desa tidak lagi menyumbangkan apa yang mereka miliki dengan sama rata. Pembantu atau asisten dari kepala desa membantu memperkirakan berapa besar kontribusi yang harus diberikan oleh penduduk, disesuaikan dengan perkiraan hasil panen nya, untuk kemudian didistribusikan kepada  pengurus desa kemudian kepada mereka yang membutuhkan.

Pajak dengan cikal-bakal pemerasan.

Cerita tentang asal muasal pajak tidak hanya seperti cerita di atas. Terdapat pula skenario lain yang mungkin sebagai awal mula pajak, salah satunya adalah pemerasan.

Di zaman dahulu, perampokan terhadap sebuah desa oleh sekelompok penggembala sering terjadi. Namun, tidak semua perampok melakukan aksinya dengan membabi buta. Beberapa kelompok akan meninggalkan desa itu dengan utuh setelah mereka memeras penduduknya. Kemudian, mereka melindungi desa itu dari kelompok lain sebagai pesaing yang mengancam pendapatan mereka. Selain itu, kelompok perampok itu juga melindungi desa tersebut dari ancaman lain seperti binatang buas yang dapat merusak desa tersebut.

Lama kelamaan, harta yang diberikan penduduk menjadi upeti yang dibayarkan secara teratur kepada kelompok perampas. Kebiasaan ini mengakar sedemikian lama menjadi hubungan antara penakluk dan daerah yang ditaklukkan, dimana hubungan tersebut berkembang dengan dihasilkannya peraturan dan perjanjian di antara mereka.

Pada tahap selanjutnya, kelompok perampas itu ikut tinggal di dalam desa. Hal ini menciptakan masyarakat yang terdiri dari pemerintah dan rakyat biasa, dengan kepentingan yang sama untuk menjaga desa/wilayah tersebut. Selama rakyat mendapatkan perlindungan dari pemerintah, sebagai gantinya, rakyat memberikan barang dan tenaga mereka bagi pemerintah. Hubungan ini terus berkembang dan membangun sistem perpajakan yang kita kenal sekarang ini.


[1] Taxes through the ages, halaman 4.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s