Kony 2012 (bagian 2) – Pertanyaan dan Pernyataan Sanggahan.

Melanjutkan tulisan mengenai Kony 2012, kali ini saya akan mengulas tanggapan bernada kontra dari berbagai belahan dunia. Berikut merupakan beberapa hal yang banyak yang dipertanyakan terkait dengan Kony2012 yang digagas oleh Invisible Children  :

1. Akuntabilitas Organisasi Invisible Children, sang penggagas gerakan.

Menurut sebuah lembaga pemantau yayasan amal independent, Charity Navigator.  Invisble Children berada di peringkat rata-rata dalam soal transparasi dan akuntabilitas. Banyak pengguna internet kini mempertanyakan upaya penggalangan dana yang dilakukan Invisible Children, jumlah uang yang dikumpulkan dan yang didedikasikan, dan kemana sebenarnya uang-uang itu digunakan.

 Seperti yang diperlihatkan video Kony2012, Invisible Children berusaha menggalang dana yang salah satunya dilakukan dengan penjualan merchandise

Situs resmi Invisible Children

2. Keabsahan Fakta

Banyak blog termasuk milik Washington Post, yang juga menautkan artikel di Forreign Affair, mengenai Invisible Childre dan badan-badan lain yang berbunyi,” Dalam kampanye mereka, organisasi macam ini kerap memanipulasi fakta-fakta untuk tujuan strategis, melebih-lebihkan skala penculikan LRA dan pembunuhan serta menitikberatkan pada praktek tentara anak yang digunakan LRA,”

3. Kekerasan di Uganda tak hanya dilakukan pihak pemberontak.

Pada propaganda Kony 2012, diperlihatkan bagaimana pemberontak (L.R.A) merupakan pihak yagn paling bertanggungjawab atas kejahatan kemanusiaan yang terjadi pada anak-anak di Uganda, sehingga pihak pemerintah sebagai protagonis harus menumpasnya. Namun, apakah itu 200 persen benar?

Sebuah tulisan di Washington Post berbunyi “Namun mereka jarang menyebut kejahatan pemimpin dan tentara Uganda sendiri terhadap rakyat Sudan, seperti serangan terhadap rakyat sipil, penjarahan terhadap rumah-rumah dan usaha warga sipil atau politik regional rumit yang menyulut konflik.”

Harian Inggris, Guardian, juga melaporkan bahwa kritik terarah pada seruan kampanye terhadap publik agar AS tetap melanjutkan kerjasama dengan militer Uganda, lembaga yang juga memiliki catatan kekerasan tidak sedikit.

“Hingga kini tentara Uganda terus melakukan kekerasan terhadap rakyat didorong motif politik,” ujar peneliti utama dari Human Right Watch, Maria Burnett, yang bertugas di Divisi Afrika.

“Kami memiliki berbagai kasus terdokumentasi di mana mereka terlibat dalam penyiksaan dan penahanan tanpa pengadilan dan juga sejumlah pembunuhan terhadap pemrotes tak bersenjata dan pengikut demonstrasi dalam unjuk rasa politik selama tiga tahun terakhir.” ujarnya.

 4. Mengapa Kony?

Joseph Kony, dengan segala yang telah dia lakukan tentu layak diberikan hukuman. Namun menjadi aneh apabila gerakan sebesar ini terkesan hanya mengekspos dia saja.

Kejahatan kemanusiaan selama berdekade ini tentu tak hanya dilakukan terhadap Kony seorang. Namun banyak kasus lain di Afrika, bahkan dunia yang melanggar kemanusiaan. Kita ambil saja contoh konflik Israel-Palestina yang tak kunjung selesai padahal dunia sudah semenjak dahulu menyorotinya.

* * *

Kesimpulan

Terlepas dari segala pro dan kontra, kejahatan kemanusiaan tanpa kecuali tak dapat dibiarkan begitu saja. Tak hanya di Afrika, Palestina, tapi juga di sekitar kita.

Ya, bagi saya yang tinggal di dekat Ibukota, hal yang begitu membuat miris begitu banyak terjadi. Bagaimana anak-anak usia sekolah dipaksa meminta-minta oleh orangtuanya. Ada yang bahkan disuruh berpura-pura cacat, bahkan sampai menjadi pencopet. Padahal orangtua mereka secara fisik masih sanggup bekerja.

Sungguh ironi bila kita begitu memperhatikan kejahatan yang terjadi diluar sana namun tetap membiarkan krisis sosial didekat kita terjadi begitu saja.

Mari kita bertindak. sebuah tindakan nyata, sesederhana apapun, akan berpengaruh terhadap perubahan menuju perbaikan di Negara ini. Mulailah dari hal yang kecil, menyumbangkan pakaian bekas, atau buku bacaan yang masih layak misalnya.

Kony2012 memang menimbulkan pro kontra, dan  kesimpulan yang saya ambil dari pro kontra tersebut bukan masalah benar atau salahnya tindakan yang dilakukan Invisible Children. Tapi bagaimana semua kejahatan kemanusiaan di dunia akan dapat diselesaikan dengan kesadaran masyarakat global, gabungan kesadaran dari setiap kita, , dari mulai individu, sebuah anggukan universal untuk berusaha menghentikan itu semua. Dan kesadaran selalu dimulai bagian terdalam dalam diri, hati nurani.

 Tak ada yang tak mungkin.

One thought on “Kony 2012 (bagian 2) – Pertanyaan dan Pernyataan Sanggahan.

  1. yep, tujuan utama kampanye kony2012 itu kan sebenernya bukan soal duit dan sebagainya itu, tetapi lebih ke peningkatan kesadaran, raising global awareness terhadap kasus-kasus kemanusiaan macam gini. jadi jangan belum-belum langsung pasang tindakan skeptis, hihi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s