Studi Kasus Pelanggaran Kode Etik Advokat

Tulisan ini dibuat untuk menyelesaikan tugas mata kuliah etika profesi gue.

 

Kliping berita :

Peradi Akan Periksa Pengacara Glenn

23Aug08. Advokat Indonesia atau Peradi akan memeriksa pengacara Glenn Muhammad Surya Jusuf, Reno Iskandarsyah. Pemeriksaan ini terkait dengan adanya penegasan dari jaksa penuntut umum bahwa Glenn dan Reno Iskandarsyah tidak terbukti diperas jaksa Urip Tri Gunawan, melainkan aktif memberikan uang.

Rencana pemeriksaan terhadap Reno Iskandarsyah ini disampaikan Ketua Umum Peradi Otto Hasibuan, Jakarta, Jumat (22/8). Sehari sebelumnya, jaksa Urip Tri Gunawan dituntut 15 tahun oleh jaksa penuntut umum di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi. Selain itu, jaksa penuntut umum juga menuntut Urip membayar denda Rp 250 juta subsider pidana kurungan pengganti selama enam bulan, bukan enam tahun sebagaimana diberitakan sebelumnya.

Menurut Otto, Reno Iskandarsyah adalah pengacara yang tergabung dengan Peradi. “Begitu kami mendengar ada hal itu, Peradi langsung rapat dan membahas rencana pemanggilan Reno minggu depan. Kami akan meminta klarifikasi kepada Reno, kalau keterangan itu benar akan jadi persoalan hukum dan persoalan kode etik,” kata Otto.

Saat ditanya apakah Peradi akan menunggu Komisi Pembe-rantasan Korupsi atau Kejaksaan Agung menindaklanjuti perkara Urip, Otto mengatakan Peradi akan proaktif. “Persoalan hukum biar proses hukum yang berjalan, sementara Peradi menangani persoalan pelanggaran kode eti-knya. Kalau terbukti, kami akan membawa persoalan ini ke Dewan Kehormatan Peradi,” kata Otto.

Mengenai pelanggaran Pasal 12 b Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang didakwakan kepada Urip, Marwan berpendapat, mestinya Artalyta dan Urip dikenai pasal yang sama.Artalyta yang dihukum lima tahun penjara terbukti melanggar Pasal 5 Ayat 1 UU No 20/2001.

Urip telah menerima uang dari Artalyta Suryani 660.000 dollar AS dan dari Glenn Muhammad Surya Jusuf melalui pengacaranya, Reno Iskandarsyah, sebesar Rp 1 miliar. (IDR/VIN)

Analisis kasus :

Menurut kode etik advokat, advokat adalah orang yang berpraktek memberi jasa hukum. Baik di dalam maupun di luar pengadilan. Dari definisi ini sudah jelas bahwa Reno Iskandarsyah selaku pengacara juga merupakan advokat yang tergabung dalam Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) harus tuntuk pada kode etiknya.

Kasus suap yang melibatkan seorang pengacara jelas bertentangan dengan kode etik yang ada. Pertama, dalam pasal 2 kode etik advokat disebutkan bahwa advokat bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Perbuatan suap menyuap tentu saja tidak mencerminkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Kemudian dalam pasal 3 huruf b, advokat dalam bekerja harus berdasarkan asas keadilan dan bukan materi. Sikap seorang pengacara yang dalam penyelesaian kasusnya melibatkan transaksi suap jelas menunjukkan bahwa dia sudah tidak memihak atau memperjuangkan keadilan, karena dia berusaha mempengaruhi seorang jaksa dengan imbalan materi.

Oleh karena itu, Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) sesuai dengan kode etik yang ada dapat mengadukan kasus pelanggaran kode etik ini kepada dewan kehormatannya, karena nama mereka tercoreng oeh anggotanya. Sesuai dengan pasal 11 ayat (1) huruf e, organisasi profesi dimana teradu (Reno Iskandarsyah) menjadi anggota dapat mengadukannya kepada dewan kehormatan untuk ditindak lanjuti. Tatacara pengaduan dan pengambilan keputusan sidang pelanggaran kode etik ini terdapat dalam pasal 12-15 Kode Etik Advokat Indonesia.

Selanjutnya, jika terbukti melanggar kode etik, Reno Iskandarsyah dapat dijatuhi sanksi dari mulai yang paling ringan berupa teguran hingga yang paling berat yaitu pemberhentian keanggotaan Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) secara permanen (pasal 16 Kode Etik Advokat Indonesia)

Tidak hanya sampai disana, atas tindakanya membantu kliennya memberi suap kepada terhadap jaksa Urip Tri Gunawan, Reno Iskandarsyah juga telah melanggar pasal 5 ayat 1 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.  Reno Iskandarsyah dapat dijerat secara pidana dan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Kesimpulannya adalah, setiap anggota profesi harus menjunjung tinggi kode etik yang mengatur tata cara berprofesi yang baik dan benar sesuai dengan profesinya serta hukum yang berlaku. Karena jika tidak, maka akan merugikan berbagai pihak dan akan di tindak baik secara internal sesuai dengan kode etik ataupun secara pidana/perdata sesuai dengan hukum yang berlaku.

 

Sumber terkait :

  •  Berita :

http://idtpk.wordpress.com/2008/08/23/peradi-akan-periksa-pengacara-glenn/

  • Kode Etik Advokat Indonesia :

http://www.peradi.or.id/admin/download.php?docid=1dd8b42e3dcc7fc592934b359e2c1469

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s